Sarjana Sosial Ekonomi Pertanian ( Agrobisnis)

Universitas Gadjah Mada
Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta
Info program

Isi program

Program Sarjana (S1) Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian dipersiapkan untuk mencetak Sarjana Pertanian dengan penekanan pada segi sosial ekonomi pertanian. Lama pendidikan adalah 4 tahun yang terbagi atas 8 semester termasuk didalamnya praktek Kerja Lapangan, Seminar, Skripsi dan KKN. Untuk 4 semester pertama kurikulumnya sama dengan kurikulum jurusan lain di Fakultas Pertanian UGM, sedangkan kurikulum 4 semester berikutnya banyak mata ajaran di lingkungan Sosial Ekonomi Pertanian. Kurikulum PS. Ekonomi Pertanian/Agribisnis dan PS. Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian sudah terakreditasi “A”. Penelitian Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian UGM telah bekerjasama dengan berbagai lembaga baik nasional maupun internasional. Antara lain dengan Food and Agricultural Organization (FAO), International Rice Research Institute (IRRI), Asian Development Bank (ADB), World Wild Life (WWF), SEARCA, ACIAR, JSPS JIRCAS, UN-University, The University of Tokyo, Tokyo University of Agriculture, Texas AM University, Departemen Pertanian, Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Badan Urusan Logistik (BULOG), BAPPENAS, Departemen Koperasi dan UKM, Departemen Perindustrian dan Perdagangan, Departemen Dalam Negeri, Departemen Pekerjaan Umum, Bappindo, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Departemen Pemukiman dan Prasarana Wilayah, Departemen Kehutanan, beberapa Pemda di Propinsi Jawa Tengah dan DIY. Kerjasama internasional yang cukup penting antara lain JSPS-DGHE Core University Program in Applied Biosciences (Toward Harmonization between Development and Environmental Conservation in Biological Production) dengan The University of Japan yang mencakup research exchange, student exchange, dan International publication. Pengabdian Masyarakat Kegiatan pengabdian pada masyarakat aktif dilakukan oleh dosen Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian antara lain dalam bentuk pembinaan terhadap petani salak pondoh di Kecamatan Pakem, Turi dan Tempel serta pembinaan terhadap industri rumah tangga berbasis emping melinjo dan umbi-umbian di Kabupaten Bantul. Pembinaan terhadap petani salak pondoh merupakan kelanjutan dari Pelatihan Inkubator Agribisnis salak pondoh yang diselenggarakan oleh Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian bekerjasama dengan Badan Agribisnis Departemen Pertanian. Pembinaan terhadap industri rumah tangga emping melinjo merupakan kelanjutan dari Pelatihan Inkubator Agribisnis yang diselenggarakan oleh Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian bekerjasama dengan Dinas Pertanian di Yogyakarta. Kegiatan pembinaan ditekankan pada perbaikan manajemen produksi, manajemen pemasaran dan manajemen. Pembinaan masyarakat di Puton Jetis Bantul aktif dilakukan oleh Jurusan Sosek dengan fokus desa wisata dalam pemanfaatan sumberdaya agro. Selain pengabdian pada masyarakat, Jurusan Sosek juga aktif memfasilitasi para dosen, peneliti serta mahasiswa dari berbagai institusi untuk melakukan studi banding, magang, internship, dll.

Pilihan program
Durasi program:
4 tahun
Biaya kuliah:
Dari IDR 500.000 sampai 9.000.000 (tergantung kriteria penghasilan)
Tanggal mulai:
Agustus